walikotaJakarta, 12 Desember 2009 , Wakil Walikota Jakarta Timur Drs. H. Asep Syarifudin, M.Si, saat menghadiri Milad ke 23 Rumah Sakit (RS) Islam Jakarta Pondok Kopi,  pada Sabtu (12/12) sekaligus meresmikan gapura dan ruang kebidanan RS Islam Jakarta Pondok Kopi.

Acara milad yang diawali dengan Apel Milad ke 23 pada jam 07.00 WIB dihadiri oleh pejabat dan undangan antara lain jajaran direksi RS Islam Jakarta Pondok Kopi, Pimpinan Pusat Muhamamdiyah yang diwakili oleh DR. Anwar Abas M.Ag, Kepala Badan Pelaksana Harian RS Islam Jakarta Ir.Wirdan dan para pegawai RS Islam Jakarta Pondok Kopi. Pada apel bertindak sebagai inspektur upacara ketua BPH RS Islam Jakarta yang diwakili oleh Prof. DR. Muchlis Ramli.

Dalam sambutannya Asep Syarifudin,MSi mengharapkan agar pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit swasta di Jakarta, diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,  tidak memandang agama, suku dan status sosial, khususnya lagi pasien yang berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Dengan pelayanan yang diberikan secara merata dan tidak tebang pilih tersebut, diharapkan tingkat kesehatan masyarakat dapat semakin baik dan meningkat. RS Islam Jakarta Pondok Kopi merupakan salah satu rumah sakit tertua dan terkenal di Jakarta Timur yang telah ikut membantu pemerintah  dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Pelayanan kesehatan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat disekitar Jakarta Timur dan Bekasi barat khususnya, namun juga masyarakat Jakarta dan Bekasi pada umumnya,” ujar Asep.

Di tengah ekonomi masyarakat yang masih sulit akibat imbas dari krisis ekonomi global yang belum usai, RS Islam Jakarta Pondok Kopi dituntut untuk turut serta membantu meringankan beban kehidupan masyarakat. “Peranan yang dapat diambil pihak rumah sakit yaitu dengan memberikan pelayanan kesehatan yang murah bagi masyarakat miskin serta pelayanan yang tepat guna sesuai kemampuan dan berbasis kemanusiaan,” pinta Wakil Walikota.

Sebagai mitra kerja pemerintah, khusunya dibidang kesehatan, pihak RS Islam Jakarta Pondok Kopi juga diharapkan dapat menyampikan informasi kepada masyarakat umum tentang program pemerintah demi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. “Contohnya dalam program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),  dapat ikut mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit demam berdarah dengue (DBD). Namun selain itu juga diharapkan kegiatan PSN dilaksanakan secara rutin di lingkungan RS Islam Jakarta Pondok Kopi,” katanya.

Sementara itu Direktur Utama RS Islam Jakarta Pondok Kopi dr. H. Lukman Ali Husin, Sp.PD mengatakan, RS Islam Jakarta Pondok Kopi diresmikan pada tanggal 12 Desember 1986 oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta saat itu, R. Suprapto. Dalam perjalanannya selama ini, RS Islam Jakarta Pondok Kopi telah ikut mewarnai perkembangan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Timur.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, RS Islam Jakarta Pondok Kopi menurut Lukman, terus berbenah diri dengan meningkatkan sarana dan prasaran kesehatan yang dimiliki. “Selain prasaran dan prasarana, sumber daya manusia di RS Islam Jakarta Pondok Kopi juga ditingkatkan mutu dan keterampilannya. Semua ini dilakukan demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar semakin baik,” tuturnya.