Pemilihan Pegawai Berprestasi


PEMILIHAN PEGAWAI BERPRESTASI

RS ISLAM JAKARTA PONDOK KOPI TAHUN 2009


Jakarta, Grand final pemilihan pegawai berpretasi RS Islam Jakarta Pondok Kopi tahun 2009 telah dilaksanakan pada Rabu, 18 November 2009 ikuti oleh 7 finalis dari 100 peserta yang tersisa dari tahapan yang telah dilewati pada babak penyisihan.

Tujuh (7) finalis mempresentasikan makalah masing – masing yang merupakan hasil dari observasi dan penelitian yang dilakukan di unit kerja. Para finalis mempresentasikan selama 10 menit dilanjutkan pertanyaan dari dewan juri selama 15 menit . Adapun yang bertindak sebagai juri adalah Drs. Agoes S Dunda , MM , Nuri Indrastuti,Mkep, dan Firdaus Khan,SE.

Peserta pertama berasal dari ruang Annisa II , Hj. Dewi Nursahara, AMK mempresentasikan tentang Meningkatkan Mutu Pelayanan Keperawatan Anak Denga TErapi Bermain yang Mendukung Proses Tumbuh Kembang Anak di Ruang AN NISA 2 . Terapi bermain yang merupakan bagian dari program diruang perawatan anak untuk mengurangi trauma pada anak akibat “hospitalisasi”. Dari observasi yang telah dilakukan ternyata kegiatan terapi bermain dapat mengurangi trauma yang dialami anak. Namun demikian perlu ditingkatkan lagi terutama pada fasilitas dan keterampilan para petugas untuk dapat meminimalisasi efek traumatis tersebut.

Peserta kedua adalah seorang bidan yang mengangkat budaya kerja “Penerapan Budaya IHSAN di RS Islam Jakarta Pondok Kopi” yang menjabarkan tentang bagaimana mengaplikasikan IHSAN dalam pelayanan . Denny Purwaningtias mengatakan bahwa melayani harus dengan hati agar pasien dapat merasakan keramahan kehangatan dan pelayanan yang baik selama dalam perawatan di RS Islam Jakarta Pondok Kopi . Dengan penerapan budaya IHSAN diharapkan dapat memberikan citra uyang baik terhadap pelayanan di RS Islam Jakarta Pondok Kopi .

Berbeda dengan dua peserta selanjutnya yang berasal dari Unit Farmasi yang mengangkat seputar pelayanan obat terutama dari segi kecepatan dan ketepatan layanan . Ninik Setiyawati mengungkap tentang “ Meningkatkan Mutu Pelayanan Resep UGD Peserta JAMSOSTEK dengan Penyempurnaan Resep serta Monitoring Pengembalian Obat dan Alat Kesehatan yang terpakai”. Hal ini diangkat Ninik karena sejak 3 bulan terakhir alat kesehatn pasien yang datang ke UGD diresepkan sebagai pengganti dari alat – alat yang telah dipakai di UGD , hal ini karena penjamin (JAMSOSTEK) tidak menjamin biaya perpaket pemasangan infus yang ditetapkan RS. Ternyata dari proses tersebut terdapat selisih penggunaan alat kesehatan yang disimpulkan diperlukannya standar alat untuk di gunakan dan atau diresepkan.

 

Masih dalam upaya “Meningkatkan Mutu Pelayanan Farmasi RS Islam Jakarta Pondok Kopi dengan mempersingkat waktu tunggu dan Kenyamanan ruang tunggu” Nina Kustiyah yang telah bekerja lebih dari 10 tahun mengungkap permasalahan tersebut . Adanya keluhan pasien , lamanya proses racikan, antrian resep, dan ruang tunggu yang kurang nyaman melatarbelakangi masalah yang dari hasil penelitian dapat diselesaikan antara lain dengan penambahan konter entry harga, pemisahan alur resep, jalur khusus untu resep yang terdiri atas 1-2 item agar lebih cepat, adanya monitoring waktu pengerjaan resep dengan tercatatnya waktu resep masuk serta bebrapa usulan untuk pengingkatan kenyamanan menunggu obat . Nina mengatakan masih memerlukan waktu dan data untuk memaksimalkan hasil dan menerima tantangan yang diberikan dewan juri untuk menetapkan waktu pengerjaan resep maksimal 10 menit .

Peserta ke lima EKA HARYANi masih membahas tentang peningkatan mutu. Peserta yang berasal dari ruang AN NAjmi ini mengangkat mengenai Peningkatan Mutu PElayanan dengan Optimalisasi Operan Alat di Ruangan Annajmi. Adanya kejadian kehilangan alat / fasilitas di ruangan yang dapat mengurangi mutu pelayanan dapat diselesaikan dengan satu solusi mudah yaitu mengadakan operan alat pada setiap pergantian shif dinas yang ternyata dapat meningkatkan efisiensi untuk RS.

 

Dua peserta terakhir adalah dua orang pria yang memiliki tanggungjawab turut menyelesaikan maslah yang ada di unit kerjanya . Moehammad Amin Rif’an seorang pramusaji melakukan “Evaluasi Food Waste / sisa produksi Makanan di Dapur Gizi RS Islam Jakarta Pondok Kopi”. Makanan sisa olah yang tidak terdistribusi ke pasien ini dapat diminimalisir dengan adanya breafing pada saat operan dengan salah satunya melaporkan food waste tersebut untuk dapat digunakan oleh shif setelahnya.

 

Muhammad Yanuar Arifin , Pria pertubuh jangkung yang berdinas di front line tepatnya di Unit Pelayanan Pelanggan yang setiap hari berkecimpung dengan antran dari pendaftaran pasien melihat satu peluang peningkatan pelayanan dengan “ Mengurai Antrian Pendaftaran Rawat Jalan” . Satu proses mengurai antrian pasien pada saat pendaftaran rawat jalan yang selama ini manjadi masalah dengan memaksimalkan mesin antrian serta spesifikasi counter pendaftaran dan melakukan komunikasi dan informasi yang efektif kepada pelanggan .

Beberapa masalah yang diangkat tersebut adalah bagian kecil yang memberikan sumbangsih besar dalam perbaikan pelayanan di RS Islam Jakart Podnok Kopi . Semoga rekan kerja yang lain dapat mencotoh dan terus melakukan inovasi penyelesaian maslah di unit kerjanya . Semoga RS Islam Jakarta Pondok Kopi dapat terus masju dan berkembang dengan Citra yang baik. Para peserta masih menunggu pengumuman pemenang yang Insya Allah akan di sampaikan panitia pada Apel Pegawai HUT ke 23 RS Islam Jakarta Pondok Kopi . ET